
FEDERASI Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi menunjuk pelatih Jorge Jesus sebagai arsitek anyar tim nasional Portugal. Dalam pidato perkenalan resminya, juru taktik berusia 71 tahun tersebut menegaskan untuk tetap membuka pintu bagi megabintang, Cristiano Ronaldo.
Jesus menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Roberto Martinez setelah langkah Selecao das Quinas terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh tetangga serumpun mereka, Spanyol. Pasca-kegagalan tersebut, Ronaldo yang kini telah menegaskan bahwa edisi tahun ini adalah Piala Dunia terakhirnya, memang belum mengambil keputusan final terkait masa depan internasionalnya.
Namun, kehadiran Jorge Jesus di kursi kepelatihan diyakini bakal menjadi faktor kunci bertahannya sang kapten di level internasional.
“Selama dia masih aktif bermain dan berada dalam kondisi fisik yang layak untuk dipilih, saya akan terus memanggilnya. Tentu dengan batasan tertentu dan di bawah koridor kondisi yang saya anggap paling ideal bagi kebutuhan taktis tim nasional,” ujar Jesus dalam konferensi pers di Lisbon, Jumat (10/7) waktu setempat.
Hubunganantara Jesus dan penyerang pemilik lima gelar Ballon d’Or tersebut memang telah terbangun kuat. Sebelum menerima pinangan timnas, Jesus merupakan sosok yang sukses membawa Ronaldo dan Al-Nassr merengkuh trofi juara Liga Pro Arab Saudi, sebelum ia akhirnya memutuskan mundur pada Mei lalu.
Jesus menepis anggapan miring publik yang menilai kehadiran figur sebesar Ronaldo justru berpotensi menjadi beban skuad Portugal yang tengah bersiap menatap regenerasi baru.
“Cris tidak akan pernah menjadi masalah untuk tim nasional ini, tidak juga bagi saya pribadi. Dia adalah simbol abadi sepak bola Portugal yang namanya telah terkunci di dalam buku sejarah dunia. Mengingat pengalaman bekerja bersama tahun lalu, sangat mudah untuk mengarahkan pemain profesional seperti dia,” puji Jesus.
